Saturday, August 02, 2008

Arsitek Muda yang Sangat Diilhami oleh Bandung

Source: Adoi
Oleh DEBBIE CHAN

ITU MEMBUTUHKAN kecerdasan, kreativitas dan di ujung bisnis untuk mengantar anda ke tingkat yang berikutnya.

Satu arsitek Asia menunjukkan bahwa daerah kita memiliki lebih banyak untuk ditawarkan dalam kaitan dengan ekonomi yang kreatif daripada hanya mendorong ke luar karyawan pekerja keras.

Ridwan Kamil, arsitek dan perancang kota, sesuatu yang jarang ditemukan hari-hari ini. Tinggal di kota kelahirannya di Bandung dan menolak untuk pindah ke Jakarta, yang dianggap tempat untuk orang Indonesia, ia telah menciptakan suatu platform untuk kota untuk berkembang menjadi suatu ibukota kreatif kelas-dunia.

Menyadari suatu mimpi: Kamil menjelaskan bagaimana penghargaan telah membantu dia membawa suatu masa depan baru untuk Bandung.

“ Menjadi kreatif adalah untuk bertahan di Bandung. Banyak lulusan gagal untuk mendapat pekerjaan sepanjang krisis keuangan 1997 sehingga mereka merubah jalan mereka ke kreatifitas untuk bertahan. Banyak yang berkecimpung di dalam area seperti fashion sampai musik,” kata Ridwan.

Pergeseran menyeluruh ke arah ekonomi yang kreatif adalah sesuatu yang perlahan dialami oleh banyak negara tetapi daerah Asia mempunyai banyak hal yang dapat dilakukan.

“Kreatifitas ekonomi memerlukan sumber daya manusia dan kemampuan untuk menghasilkan gagasan dan konsep yang unik dan berbeda. Banyak faktor yang membangunnya mulai dari pendidikan yang bagus sampai suatu lingkungan membangkitkan semangat. Faktor-faktor ini membantu menghasilkan orang yang dapat berpikir di luar jalur,” ia berkata.

“Kota-kota besar Asia memiliki banyak hal yang dapat dilakukan tetapi juga hebat untuk mengamati masa depan kota besar ini karena tren perkembangan itu. Yang lebih penting lagi, para pemimpin harus mengenali dan mendorong tren ini.”

Ridwan mengutamakan budi pekerti, suatu studio arsitektur dan disain perkotaan di Bandung dan telah bekerja dengan klien disain internasional di Bahrain, Hong Kong, San Francisco dan Singapura. Proyek yang sekarang dilakukan adalah Super-Block Rasuna Epicentrum di Jakarta.

Ridwan adalah finalis nasional Indonesia untuk Young Design Entrepreneur award 2006 British Council International dan penghargaan ini yang telah membuka jendela kesempatan untuk membantu mengembangkan Bandung.

“ Penghargaan ini memberiku kesempatan jaringan dan bertemu orang-orang kreatif dari seluruh penjuru dunia.

“ Aku harus katakan bahwa networking adalah unsur yang paling utama dalam membangun dan hubungan yang telah kubangun telah membantuku banyak dan Agustus akan menjadi suatu momen penting untuk Bandung,” ia berkata.

Forum Komunitas Kreatif Bandung yang pertama, suatu gerakan kreatif akan dilaksanakan di bulan Agustus meliputi bermacam-macam industri di kota itu.

“Dewan Britania di Indonesia menasehatkan pemerintah untuk menerima lebih banyak pekerjaan kreatif dan membuat kita mudah untuk lebih lanjut mengembangkan Program Kreatif Kota Bandung.

“ Jika Malaysia dapat mengirimkan suatu wakil usahawan disain, hal-hal dapat dibuka dari sini tetapi harus ada tindakan lanjut secara konsisten membangun kota,” ia berkata.

Penghargaan Usahawan Desain Muda British Council International tahun ini akan dibuka untuk Malaysia untuk pertama kalinya tahun ini. Penghargaan ini adalah suatu pencarian global tahunan untuk usahawan disain internasional muda terbaik dan yang tercerdas.

Terbuka bagi peserta yang berusia antara 25 sampai 35, penghargaan ini merayakan pentingnya usahawan kreatif dalam bidang disain, Terutama di dalam perbedaan dan sering juga pasar yang belum digunakan. Aplikasi akan ditutup tanggal 30 Juni. Untuk aplikasi dan keterangan lebih lanjut, kunjungi www.britishcouncil.org.my

1 comment:

  1. Anonymous7:59 AM

    wah blognya bagus, terimakasih atas informasinya...

    salam sukses

    ReplyDelete